Vanny (bukan nama sebenarnya), sudah beberapa minggu ini memiliki kebiasaan baru yang mengherankan teman-temannya. Gadis remaja ini tidak lagi tampak gembira setiap kali diajak makan bersama, baik di rumah teman atau makan di luar. Kalau pun ia mau ikut makan di luar dan turut memesan makanan, seringkali makanan pesanannya itu tidak dimakan dengan alasan masih kenyang.
...Anehnya lagi, meskipun semakin hari tubuhnya semakin kurus, ia tetap merasa dirinya kegemukan. Karena penasaran, ibu salah seorang sahabatnya memberitahu hal itu kepada orangtua Vanny. Dan belakangan, setelah ditanya dengan hati-hati, barulah Vanny mau bercerita kepada kakaknya bahwa pacarnya selalu mengatakan dirinya terlalu gemuk. Meskipun berat badannya sudah turun drastis akibat berdiet terlampau ketat, tetap saja ia dianggap gemuk. Tentu saja keadaan itu membuatnya murung dan semakin memusuhi makanan.
...Apa yang dialami oleh Vanny adalah gangguan pola makan jenis anoreksia nervosa. Mereka yang mengalami gangguan makan jenis ini memang cenderung membiarkan dirinya kelaparan dan biasanya akan mengalami penurunan berat badan yang drastis. Selain anoreksia, ada berbagai macam gangguan pola makan lainnya, namun yang banyak terjadi adalah jenis bulimia nervosa dan compulsive overeating. (lihat Jenis gangguan makan dan gejalanya pada artikel ini).
...Menurut situs BBC, September 2006 anoreksia diperkirakan terjadi pada 1-5 wanita dari 100.000 orang, terutama yang berusia 16-17 tahun. Sementara kasus bulimia diperkirakan terjadi pada 1-2% wanita berusia antara 15 sampai 40 tahun. Sedangkan pada remaja pria angkanya mencapai 5-10% untuk masing-masing kasus.
...Sedangkan menurut Dr. Grace, Judio-Kahl, MSc., seorang konsultan program pengendalian berat badan dari Shape Weight Control di Jakarta Selatan, berdasarkan pengalaman praktiknya, ia banyak menemukan kasus-kasus gangguan pola makan memang jarang dilaporkan. Jarang ada penderita gangguan pola makan yang mau dengan jujur mengakui permasalahannya. Sepanjang ingatannya, ia baru menemukan satu penderita yang dengan sadar mengaku mengalami bulimia dan membutuhkan pertolongan. Karena itu, sampai sekarang tidak ada catatan yang pasti jumlah orang yang pernah mengalaminya.
Terobsesi para model hingga depresi
...Nela Safitri Cholid, seorang psikolog dari Quatra Qualita Development Center, Depok, mengatakan bahwa mereka yang mengalami gangguan pola makan jenis anoreksia dan bulimia biasanya dilatar belakangi oleh keinginannya sendiri atau tuntutan dari orang terdekatnya / lingkungannya untuk memiliki bentuk tubuh yang sempurna. Dan image mengenai tubuh yang sempurna ini mudah terbentuk kuat akibat peran media seperti majalah dan televisi yang sering menampilkan figur-figur dengan bentuk sempurna: tubuh langsing, tinggi semampai dengan perut datar. Namun umumnya orang tidak memikirkan bahwa yang tampak di majalah dan televisi itu hanyalah image yang memang ingin ditonjolkan oleh media tersebut, atau demi meningkatkan nilai jual produk yang sedang diiklankan. Terkadang penampilan sempurna itu dibuat dengan cara rekayasa.
...Menurut Nela, gangguan pola makan ini tidak hanya terjadi pada remaja, anak-anak pun bisa mengalaminya, misalnya akibat terobsesi oleh boneka Barbie. Satu kasus yang pernah ditemuinya kebetulan terjadi pada anak seorang rekannya yang baru berumur 6 tahun, sebut saja Tasya. Gadis kecil itu memang tubuhnya agak berisi, tapi belum bisa dikatakan kegemukan. Dengan postur tubuh seperti itu ia justru terlihat lucu dan menggemaskan, menyenangkan siapapun yang melihatnya.
...Suatu saat ia tidak mau makan. Dan ibunya yang berprofesi sebagai psikolog benar-benar terkejut ketika akhirnya mengetahui penyebab gadis kecilnya tidak mau makan. Dengan sedih gadis kecil itu memperlihatkan boneka Barbie miliknya sambil mengatakan bahwa dibandingkan Barbie, ia merasa kegemukan. Ia tidak mau makan karena ingin memiliki tubuh yang indah dan wajah cantik seperti Barbie.
...Beruntung ibunda Tasya segera mengetahui masalah putrinya sebelum terlambat. Dengan demikian cara mengatasinya pun masih tergolong mudah. Nela mengatakan, meskipun berakar pada masalah psikologis, tapi di Indonesia umumnya kasus-kasus gangguan makan semacam itu lebih banyak ditangani oleh dokter. Psikolog umumnya baru menangani kasus semacam itu jika ada rekomendasi dari dokter; namun hal ini jarang terjadi.
...Dr. Grace pun membenarkan hal itu. Umumnya mereka yang mengalami gangguan makan memiliki masalah psikis yang kompleks. Jadi masalah gangguan makan itu hanyalah gejala yang tampak di permukaan saja. Sedangkan akar permasalahan pada anoreksia dan bulimia, umumnya selain adanya obsesi untuk memiliki tubuh yang menurutnya sempurna (body image negative) juga karena kurangnya rasa harga diri (self esteem) dan rasa percaya diri (self confidence).
...Selama ini mereka yang datang ke tempat praktik saya dengan keluhan gangguan makan umumnya adalah mereka yang masih belajar di SMU dan masih kuliah. Saya tidak menemukan gangguan pola makan pada mereka yang berusia di atas 30 tahun. Dan dari sekian banyak kasus, 80-90 persen pasien yang datang adalah mereka yang mengalami kegemukan akibat compulsive overeating, tutur Dr. Grace.
...Mereka yang mengalami compulsive overeating umumnya adalah mereka yang sering merasa cemas, depresi, atau kesepian. Lalu mereka menemukan perasaan nyaman dengan cara makan terus-menerus.
...Stres juga bisa memicu compulsive overeating. Salah satu klien yang pernah ditangani Nela adalah seorang murid SMP yang baru pindah sekolah. Disekolah yang lama, sebuah sekolah elit, ia mendapat dukungan penuh dari guru-gurunya dan dianggap salah satu murid yang berprestasi. Namun di sekolahnya yang baru, sebuah sekolah unggulan, ia merasa tidak mendapat dukungan yang sama. Ia lalu mengalami berbagai masalah dengan peraturan di sekolah dan guru BP, sehingga menjadi stres. Setelah menjalani terapi dan masalahnya mulai teratasi, anak itu baru mengaku bahwa selama 2 bulan itu berat badannya naik hingga 13 kg karena setiap kali merasa bete, ia cenderung makan terus-menerus karena dengan begitu perasaannya menjadi lebih nyaman.
Perlu penanganan khusus
...Berbagai akibat bisa terjadi karena gangguan pola makan, mulai dari yang ringan sampai yang berat (lihat Berbagai akibat gangguan makan pada artikel ini). Mari, lihat kembali kasus Scarlet yang pernah dimuat di rubrik Pengalamanku di majalah Nirmala edisi Juni 2006. scarlet, seorang murid SMU berusia 15 tahun, karena terobsesi untuk berpenampilan seperti para model yang dilihatnya pada majalah dan televisi, nekat merancang diet sendiri. Dengan cara dietnya itu, berat badannya memang menurun drastis, namun akibatnya selama 6 bulan siklus haid-nya terhenti. Selain itu, ia justru tampak jauh lebih tua dari usianya yang sebenarnya.
...Menurut Andang Gunawan, ND, seorang ahli naturopati, membiarkan tubuh kelaparan bukan cara yang benar untuk menurunkan berat badan. Kelebihan berat badan memang bisa disebabkan oleh kelebihan makan. Ini menyebabkan sebagian besar orang berasumsi bahwa untuk menurunkan kelebiha berat badan adalah dengan cara mengurangi porsi makanan. Padahal yang penting adalah caranya memilih jenis makanan bukan mengurangi porsi makanan.
...Andang sendiri pernah menangani pasien remaja yang mengaku menjalani pola makan food combining untuk mendapatkan berat tubuh yang ideal namun ternyata caranya salah. Ketika datang ke tempat praktiknya, remaja itu sudah dalam keadaan tulalit. Rupanya karena tubuhnya lama tidak mendapat pasokan nutrisi yang dibutuhkan, akhirnya daya pikirnya sampai mengalami gangguan yang cukup parah, dan ia menjadi tidak mampu berkomunikasi dengan baik.
...Saya juga pernah menemukan kasus seorang gadis yang mengalami bulimia nervosa. Karena seringnya memuntahkan makanan yang sudah ditelannya, lama kelamaan enzimnya sendiri merusak saluran pencernaan bagian atas sehingga suatu saat muntahannya bercampur darah. Mungkin terjadi luka pada esophagus. Tetapi menurut dokter pendarahan berasal dari pankreas-nya. Tutur Andang.
...Idealnya mengatasi gangguan makan yang tepat adalah dengan mengkonsultasikannya pada psikolog dan dokter atau ahli gizi. Karena selain membiasakan remaja dengan pola makan yang sehat, masalah psikisnya juga perlu diatasi. Menurut Dr. Grace, yang penting adalah menemukan dulu akar permasalahannya. Sesudah itu, untuk mereka yang mengalami anoreksia dan bulimia, biasanya ia hanya menganjurkan untuk menjalani saja pola makan sehat rendah kalori. Sedangkan mereka yang mengalami compulsive overeating akan dibantu dengan hipnoterapi.
...Jadi apa yang di mata orangtua mungkin dianggap sebagai masalah sepelebahwa anaknya susah makan atau justru tidak bisa berhenti makanterkadang hanyalah gambaran kecil dari masalah yang sebenarnya. Karena itu selain harus memberi contoh pola makan dan pola hidup yang sehat sejak kecil, orangtua juga sebaiknya mengajar anak untuk bisa menerima dan menyayangi diri sendiri apa adanya. Selain itu, orangtua juga perlu memahami berbagai jenis gangguan makan sehingga bisa mendeteksi secepatnya bila anaknya ada yang mengalami gangguan tersebut (lihat Langsing dengan makan sehat dan olahraga dan Tip mencegah gangguan makan).
Jenis gangguan makan dan gejalanya
Waspadai bila Anda mulai melihat gejala-gejala ini pada anak Anda
Anoreksia nervosa
...Gejala yang tampak adalah adanya kebiasaan membiarkan dirinya kelaparan dan berat tubuh yang menurun drastis. Tanda-tanda lainnya antara lain:
1 mau membiarkan berat badannya normal atau sedikit saja di atas normal sesuai dengan tinggi badan, bentuk tubuh, usia, dan tingkat kegiatannya.
2 Selalu merasa khawatir berat badannya bertambah atau menjadi gemuk.
3 Selalu merasa dirinya gemuk meskipun berat badannya sudah menurun drastis dan orang lain melihatnya sangat kurus.
4 Terhentinya menstruasi.
5 Perhatian yang berlebihan pada berat dan bentuk tubuh.
Bulimia Nervosa
...Orang yag mengalami bulimia pada saat-saat tertentu bisa makan dalam jumlah besar dan melebihi ukuran normal, tapi segera dimuntahkannya lagi. Atau ia menelan obat pencahar, obat diuretik, obat pelangsing, berpuasa, atau berolahraga secara berlebihan. Gejala lainnya adalah:
1 Berulang-ulang mengalami siklus makan tanpa henti kemudian memuntahkannya kembali.
2 Ketika sedang timbul keinginan untuk makan, ia tidak bisa berhenti makan meskipun sudah terlampau kenyang.
3 Terus menerus mencoba berdiet.
4 Perhatian yang berlebihan pada berat dan bentuk tubuh.
Compulsive overeating
Beberapa gejalanya adalah:
1 Memiliki kebiasaan makan yang tak terkontrol, impulsif atau makan terus menerus meskipun sudah kekenyangan.
2 Meskipun tidak memiliki kebiasaan memuntahkan kembali apa yang sudah dimakan, tapi terkadang mereka mencoba berpuasa, berdiet, dan seringkali merasa malu atau membenci diri sendiri sehabis makan berlebihan.
3 Berat badannya bisa bervariasi antara normal, sedikit gemuk, gemuk sedang, atau mengalami kegemukan yang parah.
4 Seringkali merasa kesepian atau mempunyai masalah depresi atau cemas yang tidak bisa diselesaikan.
(sumber: www.NationalEatingDisorder.org)
Berbagai akibat gangguan makan
Anoreksia nervosa
1 Karena kebiasaan membiarkan dirinya kelaparan, maka tubuh tidak bisa mendapatkan pasokan zat gizi yang dibutuhkan untuk berfungsi normal. Jadi tubuh dipaksa memperlambat seluruh prosesnya untuk menghemat energi. Akibatnya bisa cukup serius, yaitu denyut jantung melambat secara tidak normal, tekanan darah menurun yang berarti otot jantung berubah. Risiko gagal jantung bisa muncul bila denyut jantung dan kadar tekanan darah terus menurun dan menurun.
2 Menurunnya kepadatan tulang (osteoporosis).
3 Terjadi dehidrasi parah yang bisa menimbulkan gagal ginjal.
4 Sering pusing, lelah dan lemah.
5 Rambut dan kulit mengering, rambut rontok.
6 Tumbuhnya bulu-bulu halus diseluruh tubuh karena tubuh berusaha menjaga suhunya agar tetap hangat.
Bulimia nervosa
1 Karena seringnya terjadi siklus makan berlebihan dan muntah, sistim pencernaan bisa terpengaruh sehingga bisa terjadi ketidakseimbangan elektrolit dan kimia tubuh yang berakibat mempengaruhi kerja jantung dan organ-organ utama tubuh. Ketidakseimbangan elektrolit bisa menyebabkan denyut jantung tidak teratur yang berpotensi gagal jantung dan kematian. Ketidakseimbangan elektrolit bisa disebabkan oleh dehidrasi dan hilangnya potasium, sodium, dan klorida dari dalam tubuh akibat kebiasaan memuntahkan makanan.
2 Berpotensi mengalami luka lambung (gastric rupture) akibat makan berlebihan.
3 Peradangan dan luka esophagus karena terus-menerus memuntahkan makanan.
4 Rusaknya gigi karena terkena asam lambung yang dilepaskan ketika muntah.
5 Sembelit kronis jika menggunakan obat pencahar secara berlebihan tanpa resep dokter.
Compulsive overeating
...Karena berat badan yang meningkat tak terkendali dan terjadinya kegemukan, maka berbagai akibat serius bisa muncul seperti:
1 Tekanan darah tinggi.
2 Kadar kolesterol meningkat.
3 Serangan jantung karena meningkatnya kadar trigliserida.
4 Diabetes mellitus tipe 2.
5 Penyakit kantung empedu.
Tip untuk mencegah gangguan makan
1 Bentuklah rasa harga diri (self esteem) anak. Sebenarnya pemberian yang paling berharga dari orangtua kepada anak adalah rasa harga diri. Ketika orangtua menunjukkan kepada anaknya bahwa mereka sangat berharga, mau menerima dan mencintai anak tanpa pamrih (tanpa melihat bentuk tubuhnya), anak-anak akan bisa melalui masa kecil dan remajanya tanpa terlalu banyak luka batin dan trauma. Rasa harga diri adalah vaksin yang membuat anak dan remaja kebal gangguan makan dan siksaan batin karena menginginkan tubuh yang sempurna, atau masalah-masalah lainnya.
2 Bantu anak untuk menerima dan menyayangi dirinya apa adanya.
3 Bangun komunikasi terbuka dengan anak. Biasakan anak untuk berani mengemukakan masalah-masalahnya dan belajarlah mendengar dengan bijaksana.
4 Buat anak menyadari bahwa berat badan dan penampilan bukanlah hal terpenting buat identitas diri mereka.
5 Bicarakan dengan anak mengenai berbagai image yang ditulis media massa dan cara menyikapinya dengan bijaksana. Ajarkan anak untuk menjadi pembaca dan pemirsa yang kritis.
6 Biasakan anak untuk mengkonsumsi makanan yang sehat, seimbang, dan bervariasi dalam jumlah yang cukup, juga berolahraga secara wajar.
7 Diskusikan dengan anak-anak mengenai bahayanya merencanakan sendiri diet tanpa berkonsultasi dengan ahlinya.
8 Ajarkan kepada anak mengenai hubungan pertemanan yang baik dan sehat serta cara mengatasinya bila terjadi masalah. Memiliki tubuh yang sempurna tidak selalu merupakan jawaban jika terjadi masalah dalam hubungan dengan pasangan. Jauh lebih penting membenahi perasaan masing-masing atau mengkomunikasikan dengan baik masalah itu, daripada menghabiskan energi demi menyempurnakan bentuk tubuh.
9 Waspadalah bila anak-anak mulai menunjukkan gejala gangguan makan.
Langsing dengan makanan sehat & olahraga
Hannah adalah gadis remaja berusia 14 tahun, pendidikannya saat ini kira-kira setaraf dengan SMP kelas 3. yang menarik darinya adalah bahwa pada usianya yang masih belia itu, ternyata ia sudah menyadari perlunya menjalani pola makan dan pola hidup yang sehat. Mengapa bisa begitu?
...Ternyata disekolahnya yang terletak di kawasan Bondi Beach, Sydney, Australia, selain pelajaran kesehatan, ia juga mendapat mata pelajaran personal health development yang kegiatannya berupa percobaan (riset) dan diskusi yang dilakukan oleh murid-murid bersama guru yang berhubungan dengan kesehatan pribadi. Salah satu topik yang dibahas adalah tentang diet dan fast food.
...Makanan yang sehat bagi saya adalah makanan yang kaya vitamin dan mineral, juga tidak mengandung bahan tambahan, kata Hannah. Dulu saya biasa makan fast food seminggu sekali bersama orang tua dan saudara saya; namun setelah ada riset mengenai fast food di sekolah, ditambah browsing di internet, serta banyak membaca buku tentang industri fast food, kini saya tahu efek buruknya mengkonsumsi fast food. Karena itu saya sekarang tidak lagi mengkonsumsi fast food, tutur Hannah.
...Tentang diet, saya tidak yakin bahwa diet bisa membuat kita tetap langsing. Awalnya mungkin bisa, tetapi begitu mulai bosan dan melanggar pantangan diet, tubuh akan kembali gemuk. Begitu diantaranya kesimpulan dari riset kami di sekolah mengenai diet. Diet juga bisa merusak metabolisme tubuh. Dan, bisa menyebabkan tubuh justru menjadi lebih gemuk. Menurut saya, lebih baik kita menjaga berat badan ideal dengan pola makan yang sehat dan melakukan olahraga teratur saja, ucapnya bijak.
...Orangtua Hannah di rumah selalu menyediakan makanan sehat. Kebetulan ayahnya punya hobi memasak. Karena dia berkantor di rumah, maka setiap hari Hannah selalu bisa menikmati masakannya. Di kantin sekolah pun tersedia makanan sehat yang baru dimasak seperti pasta, salad, dan sandwich. Tapi Hannah selalu berbekal makanan dari rumah.
...Kebiasaannya berolahraga lari tiga kali seminggu juga karena contoh dari orangtuanya. Dan karena tinggal di dekat pantai (Bondi Beach), maka ia selalu surfing setiap musim panas. Selain itu, di sekolah pun hampir setiap hari ia mendapatkan pelajaran olahraga.
...jadi jika ingin anak-anak bergaya hidup sehat, nampaknya orang tua harus lebih dulu memberikan contoh. Dan tentunya hal itu juga perlu didukung oleh guru-guru.
Oleh: Inti Krisnawati
(Nirmala, Januari 2007)
[+/-] tutup/baca lebih jauh...
...Anehnya lagi, meskipun semakin hari tubuhnya semakin kurus, ia tetap merasa dirinya kegemukan. Karena penasaran, ibu salah seorang sahabatnya memberitahu hal itu kepada orangtua Vanny. Dan belakangan, setelah ditanya dengan hati-hati, barulah Vanny mau bercerita kepada kakaknya bahwa pacarnya selalu mengatakan dirinya terlalu gemuk. Meskipun berat badannya sudah turun drastis akibat berdiet terlampau ketat, tetap saja ia dianggap gemuk. Tentu saja keadaan itu membuatnya murung dan semakin memusuhi makanan.
...Apa yang dialami oleh Vanny adalah gangguan pola makan jenis anoreksia nervosa. Mereka yang mengalami gangguan makan jenis ini memang cenderung membiarkan dirinya kelaparan dan biasanya akan mengalami penurunan berat badan yang drastis. Selain anoreksia, ada berbagai macam gangguan pola makan lainnya, namun yang banyak terjadi adalah jenis bulimia nervosa dan compulsive overeating. (lihat Jenis gangguan makan dan gejalanya pada artikel ini).
...Menurut situs BBC, September 2006 anoreksia diperkirakan terjadi pada 1-5 wanita dari 100.000 orang, terutama yang berusia 16-17 tahun. Sementara kasus bulimia diperkirakan terjadi pada 1-2% wanita berusia antara 15 sampai 40 tahun. Sedangkan pada remaja pria angkanya mencapai 5-10% untuk masing-masing kasus.
...Sedangkan menurut Dr. Grace, Judio-Kahl, MSc., seorang konsultan program pengendalian berat badan dari Shape Weight Control di Jakarta Selatan, berdasarkan pengalaman praktiknya, ia banyak menemukan kasus-kasus gangguan pola makan memang jarang dilaporkan. Jarang ada penderita gangguan pola makan yang mau dengan jujur mengakui permasalahannya. Sepanjang ingatannya, ia baru menemukan satu penderita yang dengan sadar mengaku mengalami bulimia dan membutuhkan pertolongan. Karena itu, sampai sekarang tidak ada catatan yang pasti jumlah orang yang pernah mengalaminya.
Terobsesi para model hingga depresi
...Nela Safitri Cholid, seorang psikolog dari Quatra Qualita Development Center, Depok, mengatakan bahwa mereka yang mengalami gangguan pola makan jenis anoreksia dan bulimia biasanya dilatar belakangi oleh keinginannya sendiri atau tuntutan dari orang terdekatnya / lingkungannya untuk memiliki bentuk tubuh yang sempurna. Dan image mengenai tubuh yang sempurna ini mudah terbentuk kuat akibat peran media seperti majalah dan televisi yang sering menampilkan figur-figur dengan bentuk sempurna: tubuh langsing, tinggi semampai dengan perut datar. Namun umumnya orang tidak memikirkan bahwa yang tampak di majalah dan televisi itu hanyalah image yang memang ingin ditonjolkan oleh media tersebut, atau demi meningkatkan nilai jual produk yang sedang diiklankan. Terkadang penampilan sempurna itu dibuat dengan cara rekayasa.
...Menurut Nela, gangguan pola makan ini tidak hanya terjadi pada remaja, anak-anak pun bisa mengalaminya, misalnya akibat terobsesi oleh boneka Barbie. Satu kasus yang pernah ditemuinya kebetulan terjadi pada anak seorang rekannya yang baru berumur 6 tahun, sebut saja Tasya. Gadis kecil itu memang tubuhnya agak berisi, tapi belum bisa dikatakan kegemukan. Dengan postur tubuh seperti itu ia justru terlihat lucu dan menggemaskan, menyenangkan siapapun yang melihatnya.
...Suatu saat ia tidak mau makan. Dan ibunya yang berprofesi sebagai psikolog benar-benar terkejut ketika akhirnya mengetahui penyebab gadis kecilnya tidak mau makan. Dengan sedih gadis kecil itu memperlihatkan boneka Barbie miliknya sambil mengatakan bahwa dibandingkan Barbie, ia merasa kegemukan. Ia tidak mau makan karena ingin memiliki tubuh yang indah dan wajah cantik seperti Barbie.
...Beruntung ibunda Tasya segera mengetahui masalah putrinya sebelum terlambat. Dengan demikian cara mengatasinya pun masih tergolong mudah. Nela mengatakan, meskipun berakar pada masalah psikologis, tapi di Indonesia umumnya kasus-kasus gangguan makan semacam itu lebih banyak ditangani oleh dokter. Psikolog umumnya baru menangani kasus semacam itu jika ada rekomendasi dari dokter; namun hal ini jarang terjadi.
...Dr. Grace pun membenarkan hal itu. Umumnya mereka yang mengalami gangguan makan memiliki masalah psikis yang kompleks. Jadi masalah gangguan makan itu hanyalah gejala yang tampak di permukaan saja. Sedangkan akar permasalahan pada anoreksia dan bulimia, umumnya selain adanya obsesi untuk memiliki tubuh yang menurutnya sempurna (body image negative) juga karena kurangnya rasa harga diri (self esteem) dan rasa percaya diri (self confidence).
...Selama ini mereka yang datang ke tempat praktik saya dengan keluhan gangguan makan umumnya adalah mereka yang masih belajar di SMU dan masih kuliah. Saya tidak menemukan gangguan pola makan pada mereka yang berusia di atas 30 tahun. Dan dari sekian banyak kasus, 80-90 persen pasien yang datang adalah mereka yang mengalami kegemukan akibat compulsive overeating, tutur Dr. Grace.
...Mereka yang mengalami compulsive overeating umumnya adalah mereka yang sering merasa cemas, depresi, atau kesepian. Lalu mereka menemukan perasaan nyaman dengan cara makan terus-menerus.
...Stres juga bisa memicu compulsive overeating. Salah satu klien yang pernah ditangani Nela adalah seorang murid SMP yang baru pindah sekolah. Disekolah yang lama, sebuah sekolah elit, ia mendapat dukungan penuh dari guru-gurunya dan dianggap salah satu murid yang berprestasi. Namun di sekolahnya yang baru, sebuah sekolah unggulan, ia merasa tidak mendapat dukungan yang sama. Ia lalu mengalami berbagai masalah dengan peraturan di sekolah dan guru BP, sehingga menjadi stres. Setelah menjalani terapi dan masalahnya mulai teratasi, anak itu baru mengaku bahwa selama 2 bulan itu berat badannya naik hingga 13 kg karena setiap kali merasa bete, ia cenderung makan terus-menerus karena dengan begitu perasaannya menjadi lebih nyaman.
Perlu penanganan khusus
...Berbagai akibat bisa terjadi karena gangguan pola makan, mulai dari yang ringan sampai yang berat (lihat Berbagai akibat gangguan makan pada artikel ini). Mari, lihat kembali kasus Scarlet yang pernah dimuat di rubrik Pengalamanku di majalah Nirmala edisi Juni 2006. scarlet, seorang murid SMU berusia 15 tahun, karena terobsesi untuk berpenampilan seperti para model yang dilihatnya pada majalah dan televisi, nekat merancang diet sendiri. Dengan cara dietnya itu, berat badannya memang menurun drastis, namun akibatnya selama 6 bulan siklus haid-nya terhenti. Selain itu, ia justru tampak jauh lebih tua dari usianya yang sebenarnya.
...Menurut Andang Gunawan, ND, seorang ahli naturopati, membiarkan tubuh kelaparan bukan cara yang benar untuk menurunkan berat badan. Kelebihan berat badan memang bisa disebabkan oleh kelebihan makan. Ini menyebabkan sebagian besar orang berasumsi bahwa untuk menurunkan kelebiha berat badan adalah dengan cara mengurangi porsi makanan. Padahal yang penting adalah caranya memilih jenis makanan bukan mengurangi porsi makanan.
...Andang sendiri pernah menangani pasien remaja yang mengaku menjalani pola makan food combining untuk mendapatkan berat tubuh yang ideal namun ternyata caranya salah. Ketika datang ke tempat praktiknya, remaja itu sudah dalam keadaan tulalit. Rupanya karena tubuhnya lama tidak mendapat pasokan nutrisi yang dibutuhkan, akhirnya daya pikirnya sampai mengalami gangguan yang cukup parah, dan ia menjadi tidak mampu berkomunikasi dengan baik.
...Saya juga pernah menemukan kasus seorang gadis yang mengalami bulimia nervosa. Karena seringnya memuntahkan makanan yang sudah ditelannya, lama kelamaan enzimnya sendiri merusak saluran pencernaan bagian atas sehingga suatu saat muntahannya bercampur darah. Mungkin terjadi luka pada esophagus. Tetapi menurut dokter pendarahan berasal dari pankreas-nya. Tutur Andang.
...Idealnya mengatasi gangguan makan yang tepat adalah dengan mengkonsultasikannya pada psikolog dan dokter atau ahli gizi. Karena selain membiasakan remaja dengan pola makan yang sehat, masalah psikisnya juga perlu diatasi. Menurut Dr. Grace, yang penting adalah menemukan dulu akar permasalahannya. Sesudah itu, untuk mereka yang mengalami anoreksia dan bulimia, biasanya ia hanya menganjurkan untuk menjalani saja pola makan sehat rendah kalori. Sedangkan mereka yang mengalami compulsive overeating akan dibantu dengan hipnoterapi.
...Jadi apa yang di mata orangtua mungkin dianggap sebagai masalah sepelebahwa anaknya susah makan atau justru tidak bisa berhenti makanterkadang hanyalah gambaran kecil dari masalah yang sebenarnya. Karena itu selain harus memberi contoh pola makan dan pola hidup yang sehat sejak kecil, orangtua juga sebaiknya mengajar anak untuk bisa menerima dan menyayangi diri sendiri apa adanya. Selain itu, orangtua juga perlu memahami berbagai jenis gangguan makan sehingga bisa mendeteksi secepatnya bila anaknya ada yang mengalami gangguan tersebut (lihat Langsing dengan makan sehat dan olahraga dan Tip mencegah gangguan makan).
Jenis gangguan makan dan gejalanya
Waspadai bila Anda mulai melihat gejala-gejala ini pada anak Anda
Anoreksia nervosa
...Gejala yang tampak adalah adanya kebiasaan membiarkan dirinya kelaparan dan berat tubuh yang menurun drastis. Tanda-tanda lainnya antara lain:
1 mau membiarkan berat badannya normal atau sedikit saja di atas normal sesuai dengan tinggi badan, bentuk tubuh, usia, dan tingkat kegiatannya.
2 Selalu merasa khawatir berat badannya bertambah atau menjadi gemuk.
3 Selalu merasa dirinya gemuk meskipun berat badannya sudah menurun drastis dan orang lain melihatnya sangat kurus.
4 Terhentinya menstruasi.
5 Perhatian yang berlebihan pada berat dan bentuk tubuh.
Bulimia Nervosa
...Orang yag mengalami bulimia pada saat-saat tertentu bisa makan dalam jumlah besar dan melebihi ukuran normal, tapi segera dimuntahkannya lagi. Atau ia menelan obat pencahar, obat diuretik, obat pelangsing, berpuasa, atau berolahraga secara berlebihan. Gejala lainnya adalah:
1 Berulang-ulang mengalami siklus makan tanpa henti kemudian memuntahkannya kembali.
2 Ketika sedang timbul keinginan untuk makan, ia tidak bisa berhenti makan meskipun sudah terlampau kenyang.
3 Terus menerus mencoba berdiet.
4 Perhatian yang berlebihan pada berat dan bentuk tubuh.
Compulsive overeating
Beberapa gejalanya adalah:
1 Memiliki kebiasaan makan yang tak terkontrol, impulsif atau makan terus menerus meskipun sudah kekenyangan.
2 Meskipun tidak memiliki kebiasaan memuntahkan kembali apa yang sudah dimakan, tapi terkadang mereka mencoba berpuasa, berdiet, dan seringkali merasa malu atau membenci diri sendiri sehabis makan berlebihan.
3 Berat badannya bisa bervariasi antara normal, sedikit gemuk, gemuk sedang, atau mengalami kegemukan yang parah.
4 Seringkali merasa kesepian atau mempunyai masalah depresi atau cemas yang tidak bisa diselesaikan.
(sumber: www.NationalEatingDisorder.org)
Berbagai akibat gangguan makan
Anoreksia nervosa
1 Karena kebiasaan membiarkan dirinya kelaparan, maka tubuh tidak bisa mendapatkan pasokan zat gizi yang dibutuhkan untuk berfungsi normal. Jadi tubuh dipaksa memperlambat seluruh prosesnya untuk menghemat energi. Akibatnya bisa cukup serius, yaitu denyut jantung melambat secara tidak normal, tekanan darah menurun yang berarti otot jantung berubah. Risiko gagal jantung bisa muncul bila denyut jantung dan kadar tekanan darah terus menurun dan menurun.
2 Menurunnya kepadatan tulang (osteoporosis).
3 Terjadi dehidrasi parah yang bisa menimbulkan gagal ginjal.
4 Sering pusing, lelah dan lemah.
5 Rambut dan kulit mengering, rambut rontok.
6 Tumbuhnya bulu-bulu halus diseluruh tubuh karena tubuh berusaha menjaga suhunya agar tetap hangat.
Bulimia nervosa
1 Karena seringnya terjadi siklus makan berlebihan dan muntah, sistim pencernaan bisa terpengaruh sehingga bisa terjadi ketidakseimbangan elektrolit dan kimia tubuh yang berakibat mempengaruhi kerja jantung dan organ-organ utama tubuh. Ketidakseimbangan elektrolit bisa menyebabkan denyut jantung tidak teratur yang berpotensi gagal jantung dan kematian. Ketidakseimbangan elektrolit bisa disebabkan oleh dehidrasi dan hilangnya potasium, sodium, dan klorida dari dalam tubuh akibat kebiasaan memuntahkan makanan.
2 Berpotensi mengalami luka lambung (gastric rupture) akibat makan berlebihan.
3 Peradangan dan luka esophagus karena terus-menerus memuntahkan makanan.
4 Rusaknya gigi karena terkena asam lambung yang dilepaskan ketika muntah.
5 Sembelit kronis jika menggunakan obat pencahar secara berlebihan tanpa resep dokter.
Compulsive overeating
...Karena berat badan yang meningkat tak terkendali dan terjadinya kegemukan, maka berbagai akibat serius bisa muncul seperti:
1 Tekanan darah tinggi.
2 Kadar kolesterol meningkat.
3 Serangan jantung karena meningkatnya kadar trigliserida.
4 Diabetes mellitus tipe 2.
5 Penyakit kantung empedu.
Tip untuk mencegah gangguan makan
1 Bentuklah rasa harga diri (self esteem) anak. Sebenarnya pemberian yang paling berharga dari orangtua kepada anak adalah rasa harga diri. Ketika orangtua menunjukkan kepada anaknya bahwa mereka sangat berharga, mau menerima dan mencintai anak tanpa pamrih (tanpa melihat bentuk tubuhnya), anak-anak akan bisa melalui masa kecil dan remajanya tanpa terlalu banyak luka batin dan trauma. Rasa harga diri adalah vaksin yang membuat anak dan remaja kebal gangguan makan dan siksaan batin karena menginginkan tubuh yang sempurna, atau masalah-masalah lainnya.
2 Bantu anak untuk menerima dan menyayangi dirinya apa adanya.
3 Bangun komunikasi terbuka dengan anak. Biasakan anak untuk berani mengemukakan masalah-masalahnya dan belajarlah mendengar dengan bijaksana.
4 Buat anak menyadari bahwa berat badan dan penampilan bukanlah hal terpenting buat identitas diri mereka.
5 Bicarakan dengan anak mengenai berbagai image yang ditulis media massa dan cara menyikapinya dengan bijaksana. Ajarkan anak untuk menjadi pembaca dan pemirsa yang kritis.
6 Biasakan anak untuk mengkonsumsi makanan yang sehat, seimbang, dan bervariasi dalam jumlah yang cukup, juga berolahraga secara wajar.
7 Diskusikan dengan anak-anak mengenai bahayanya merencanakan sendiri diet tanpa berkonsultasi dengan ahlinya.
8 Ajarkan kepada anak mengenai hubungan pertemanan yang baik dan sehat serta cara mengatasinya bila terjadi masalah. Memiliki tubuh yang sempurna tidak selalu merupakan jawaban jika terjadi masalah dalam hubungan dengan pasangan. Jauh lebih penting membenahi perasaan masing-masing atau mengkomunikasikan dengan baik masalah itu, daripada menghabiskan energi demi menyempurnakan bentuk tubuh.
9 Waspadalah bila anak-anak mulai menunjukkan gejala gangguan makan.
Langsing dengan makanan sehat & olahraga
Hannah adalah gadis remaja berusia 14 tahun, pendidikannya saat ini kira-kira setaraf dengan SMP kelas 3. yang menarik darinya adalah bahwa pada usianya yang masih belia itu, ternyata ia sudah menyadari perlunya menjalani pola makan dan pola hidup yang sehat. Mengapa bisa begitu?
...Ternyata disekolahnya yang terletak di kawasan Bondi Beach, Sydney, Australia, selain pelajaran kesehatan, ia juga mendapat mata pelajaran personal health development yang kegiatannya berupa percobaan (riset) dan diskusi yang dilakukan oleh murid-murid bersama guru yang berhubungan dengan kesehatan pribadi. Salah satu topik yang dibahas adalah tentang diet dan fast food.
...Makanan yang sehat bagi saya adalah makanan yang kaya vitamin dan mineral, juga tidak mengandung bahan tambahan, kata Hannah. Dulu saya biasa makan fast food seminggu sekali bersama orang tua dan saudara saya; namun setelah ada riset mengenai fast food di sekolah, ditambah browsing di internet, serta banyak membaca buku tentang industri fast food, kini saya tahu efek buruknya mengkonsumsi fast food. Karena itu saya sekarang tidak lagi mengkonsumsi fast food, tutur Hannah.
...Tentang diet, saya tidak yakin bahwa diet bisa membuat kita tetap langsing. Awalnya mungkin bisa, tetapi begitu mulai bosan dan melanggar pantangan diet, tubuh akan kembali gemuk. Begitu diantaranya kesimpulan dari riset kami di sekolah mengenai diet. Diet juga bisa merusak metabolisme tubuh. Dan, bisa menyebabkan tubuh justru menjadi lebih gemuk. Menurut saya, lebih baik kita menjaga berat badan ideal dengan pola makan yang sehat dan melakukan olahraga teratur saja, ucapnya bijak.
...Orangtua Hannah di rumah selalu menyediakan makanan sehat. Kebetulan ayahnya punya hobi memasak. Karena dia berkantor di rumah, maka setiap hari Hannah selalu bisa menikmati masakannya. Di kantin sekolah pun tersedia makanan sehat yang baru dimasak seperti pasta, salad, dan sandwich. Tapi Hannah selalu berbekal makanan dari rumah.
...Kebiasaannya berolahraga lari tiga kali seminggu juga karena contoh dari orangtuanya. Dan karena tinggal di dekat pantai (Bondi Beach), maka ia selalu surfing setiap musim panas. Selain itu, di sekolah pun hampir setiap hari ia mendapatkan pelajaran olahraga.
...jadi jika ingin anak-anak bergaya hidup sehat, nampaknya orang tua harus lebih dulu memberikan contoh. Dan tentunya hal itu juga perlu didukung oleh guru-guru.
Oleh: Inti Krisnawati
(Nirmala, Januari 2007)
[+/-] tutup/baca lebih jauh...