Proses pematangan buah, berubahnya warna dedaunan, hingga semua proses yang berlangsung di dalam semua sel hidup hanya bisa berjalan dengan adanya enzim. Tanpa enzim, proses pencernaan di dalam tubuh tidak akan dapat berjalan sempurna. Dan hal itu akhirnya akan menyebabkan munculnya berbagai penyakit, terutama penyakit degeneratif. Karena kenyataannya, hampir semua penyakit degeneratif berakar dari proses pencernaan yang kurang baik dan pembuangan tidak sempurna dari makanan yang masuk ke dalam perut.
Penting untuk semua proses kehidupan
···Enzim adalah suatu bentuk protein yang berfungsi sebagai katalisator dari banyak reaksi biokimia dan metabolisme yang terus menerus berlangsung dalam tubuh hampir semua organisme hidup. Seperti semua protein, enzim juga terbentuk dari rangkaian asam-asam amino. Yang membedakannya dari protein lain adalah perilakunya di dalam tubuh. Enzim membantu reaksi kimia agar berlangsung lebih cepat dan efisien tanpa harus mengubah atau menghabiskan dirinya sendiri dalam proses.
···Di dalam tubuh, enzim diproduksi di mulut, perut, pankreas, hati, juga di usus. Tubuh memerlukan sejumlah besar enzim yang berbeda untuk menjalankan berbagai fungsi yang diperlukan demi berlangsungnya proses kehidupan. Ada dua kelas enzim yang saat ini sudah diketahui, yaitu enzim metabolik dan enzim pencernaan. Enzim metabolik bertanggung jawab pada proses perbaikan, pembentukan, dan fungsi setiap sel pada setiap jaringan tubuh. Namun setelah sekian waktu, enzim-enzim ini akan aus dan perlu penggantian. Sedangkan enzim pencernaan yang terdiri dari protease, amilase, dan lipase, bertanggung jawab pada proses penguraian protein, karbohidrat, dan lemak.
···Tanpa adanya enzim-enzim tersebut, proses pencernaan makanan tidak berjalan sempurna. Padahal jika proses pencernaan tidak berjalan sempurna, akibatnya penyerapan zat-zat gizi oleh tubuh juga menjadi tidak optimal. Enzim tubuh hanya bisa bekerja pada suhu normal. Setiap enzim hanya berfungsi pada keasaman (ph) yang masing-masing sangat spesifik.
Mengapa makananan mentah diperlukan?
···Secara alami tubuh memang bisa memproduksi sendiri berbagai jenis enzim. Namun kemampuan tubuh untuk memproduksi enzim yang berkualitas, sangat terbatas. Dan akan terus berkurang seiring dengan bertambahnya usia.
···Padahal kekurangan enzim pencerna akan menyebabkan pencernaan tidak berjalan sempurna, tubuh bisa mengalami kekurangan nutrisi, dan terjadi proses degenerasi. Tubuh pun menjadi rentan penyakit dan menua sebelu waktunya. Kekurangan enzim pencerna juga merupakan faktor penyebab alergi makananan. Beberapa gejala berkurangnya enzim ini di antaranya adalah kembung, bersendawa, mengeluarkan gas, gangguan usus, kram perut, dada seperti terbakar, dan alergi makanan.
···Sebenarnya hal itu bisa dicegah dengan mengkonsumsi makanan-makananalami yang tidak diproses, yaitu sayuran dan buah-buahan segar. Setiap makanan yang masih alami pasti mengandung enzim. Jika yang kita konsumsi adalah makanan yang alami, maka enzim tubuh dari makanan alami tersebut dapat membantu meringankan kerja sistem enzim dan menghemat persediaan enzim tubuh. Di antara berbagai makanan alami sumber enzim pencerna yang tinggi kadar enzimnya adalah kecambah, pepaya, dan nanas yang belum matang betul, juga alpukat, pisang, dan mangga.
Efek mengkonsumsi makanan yang dimasak
···Seperti jenis protein lainnya, enzim sangat peka pada suhu tinggi, derajat keasaman (ph), dan ion-ion logam berat. Memasak atau memanaskan makanan pada suhu di atas 42 derajat Celcius dapat merusak aktivitas enzim dan mengubah komposisi kimianya. Itulah sebabnya pola makan yang buruk seperti terus menerus mengkonsumsi makanan yang dimasak atau diproses perlu dihindari karena dalam jangka panjang bisa menimbulkan penyakit kronis.
···Ketika kita mengkonsumsi makanan yang tidak lagi mengandung enzim, berarti kita harus menggunakan enzim yang dihasilkan tubuh kita sendiri untuk memprosesnya. Lama-kelamaan, hal ini akan membebani pankreas dan organ-organ lain karena dipaksa terus bekerja keras untuk membuat enzim. Banyak orang yang akhirnya mengalami kerusakan pankreas dan kemampuan untuk mencerna makanan setelah mengkonsumsi makanan yang dimasak atau diproses secara terus-menerus dalam jangka panjang.
···Selain itu, pencernaan makanan yang tidak berlangsung sempurna akibat kekurangan enzim juga dapat menimbulkan kondisi leukositosis, yaitu meningkatnya produksi sel-sel darah putih satu jam setelah makan. Munculnya sel-sel darah putih ini bisa dikatakan sebagai respon stres. Makanan tersebut diidentifikasi oleh sistem kekebalan tubuh sebagai benda asing, zat yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit, atau trauma.
···Namun berdasarkan penelitian, meningkatnya produksi sel-sel darah putih sesudah makan ini hanya terjadi jika yang dimakan adalah jenis makanan yang telah dimasak, diproses, ditambah bahan kimia, dan lain-lain, sehingga enzim-nya mengalami kerusakan. Sedangkan makanan yang mentah dan masih banyak mengandung enzim, tidak menimbulkan reaksi semacam itu di dalam darah.
···Jadi, semakin banyak kita mengkonsumsi makanan mentah akan semakin baik. Ketika memasak sayuran, jika ingin mempertahankan enzim-nya, usahakan untuk merebusnya sebentar saja. Makanlah sesedikit mungkin makanan yang dimasak atau diproses hingga rusak enzim-nya. Makanan yang digoreng, di-pasteurisasi, dibakar, dikeringkan dan diolah berlebihan biasanya sulit dicerna tubuh.
···Semakin sedikit kita menggunakan enzim yang diproduksi tubuh untuk mencerna makanan, semakin banyak proses yang bisa dijalankan oleh enzim metabolik dalam tubuh kita. Karena segala kegiatan yang kita jalankan seperti berpikir, bernafas, berjalan, melihat, dan lainnya pun melibatkan kerja enzim.
···Bagi mereka yang berada pada kondisi yang hanya dapat mengkonsumsi makanan yang diproses saja, suplemen enzim dapat menggantikan enzim alami yang rusak akibat proses pemanasan makanan.
···Ada beberapa kondisi kesehatan di mana suplementasi enzim memang diperlukan. Misalnya pada kelompok lanjut usia yang sudah sulit mengunyah makanan dan mengalami penurunan fungsi enzim sehingga sistem pencernaannya tidak bisa lagi bekerja dengan sempurna.
···Mengkonsumsi suplemen enzim dapat mengurangi stres pada tubuh yang disebabkan mengkonsumsi makanan yang dimasak atau diproses, dengan cara mengganti enzim yang dihasilkan tubuh. Selain itu, suplemen enzim juga sudah terbukti dapat membantu mengatasi berbagai gangguan pencernaan termasuk gangguan penyerapan (malabsorbtion), gangguan fungsi pankreas, penyakit pada usus dan alergi pada laktosa atau makanan lain. Begitu juga nyeri lambung atau diare.
···Sedangkan gangguan kesehatan yang berkaitan dengan darah seperti perlekatan sel-sel darah merah, penggumpalan darah atau akumulasi kristal asam urat dapat memperoleh manfaat dari suplemen enzim tumbuh-tumbuhan yang dikombinasi dengan suplemen antioksidan yang bersama-sama dikonsumsi saat perut kosong.
Tip mengkonsumsi suplemen enzim
···Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengkonsumsi suplemen enzim:
a) Dosis yang dianjurkan yaitu dua sampai empat tablet atau kapsul per hari, bisa dimakan bersama makanan atau dikonsumsi sebelum makan. Sejauh ini, menurut laporan belum ada efek samping dari penggunaan suplemen sesuai dengan dosis yang dianjurkan tersebut.
b) Individu dengan gangguan pencernaan parah seperti radang usus atau tukak lambung, sebaiknya tidak mengkonsumsi suplemen enzim protease selama 4-6 minggu pertama. Karena enzim protease dapat menimbulkan rasa yang lebih tidak nyaman pada pencernaan.
c) Lebih mudah membeli enzim pencernaan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dibandingkan dengan enzim yang berasal dari hewan. Enzim dari tumbuh-tumbuhan mudah menyesuaikan dengan ph tubuh, mulai dari ph 2 sampai 12. Sedangkan enzim dari hewan tidak dapat aktif sampai ph lambung turun rendah sekali. Karena itu, mereka yang mengalami kekurangan asam lambung tidak dapat menggunakan enzim jenis ini.
d) Satu hal lagi yang perlu diingat ketika membeli suplemen enzim,pastikan suplemen tersebut tidak mengandung tambahan ragi, produk susu, atau komponen-komponen pemicu alergi lainnya.
Oleh: Inti Krisnawati
(Nirmala, April 2006)
[+/-] tutup/baca lebih jauh...
Penting untuk semua proses kehidupan
···Enzim adalah suatu bentuk protein yang berfungsi sebagai katalisator dari banyak reaksi biokimia dan metabolisme yang terus menerus berlangsung dalam tubuh hampir semua organisme hidup. Seperti semua protein, enzim juga terbentuk dari rangkaian asam-asam amino. Yang membedakannya dari protein lain adalah perilakunya di dalam tubuh. Enzim membantu reaksi kimia agar berlangsung lebih cepat dan efisien tanpa harus mengubah atau menghabiskan dirinya sendiri dalam proses.
···Di dalam tubuh, enzim diproduksi di mulut, perut, pankreas, hati, juga di usus. Tubuh memerlukan sejumlah besar enzim yang berbeda untuk menjalankan berbagai fungsi yang diperlukan demi berlangsungnya proses kehidupan. Ada dua kelas enzim yang saat ini sudah diketahui, yaitu enzim metabolik dan enzim pencernaan. Enzim metabolik bertanggung jawab pada proses perbaikan, pembentukan, dan fungsi setiap sel pada setiap jaringan tubuh. Namun setelah sekian waktu, enzim-enzim ini akan aus dan perlu penggantian. Sedangkan enzim pencernaan yang terdiri dari protease, amilase, dan lipase, bertanggung jawab pada proses penguraian protein, karbohidrat, dan lemak.
···Tanpa adanya enzim-enzim tersebut, proses pencernaan makanan tidak berjalan sempurna. Padahal jika proses pencernaan tidak berjalan sempurna, akibatnya penyerapan zat-zat gizi oleh tubuh juga menjadi tidak optimal. Enzim tubuh hanya bisa bekerja pada suhu normal. Setiap enzim hanya berfungsi pada keasaman (ph) yang masing-masing sangat spesifik.
Mengapa makananan mentah diperlukan?
···Secara alami tubuh memang bisa memproduksi sendiri berbagai jenis enzim. Namun kemampuan tubuh untuk memproduksi enzim yang berkualitas, sangat terbatas. Dan akan terus berkurang seiring dengan bertambahnya usia.
···Padahal kekurangan enzim pencerna akan menyebabkan pencernaan tidak berjalan sempurna, tubuh bisa mengalami kekurangan nutrisi, dan terjadi proses degenerasi. Tubuh pun menjadi rentan penyakit dan menua sebelu waktunya. Kekurangan enzim pencerna juga merupakan faktor penyebab alergi makananan. Beberapa gejala berkurangnya enzim ini di antaranya adalah kembung, bersendawa, mengeluarkan gas, gangguan usus, kram perut, dada seperti terbakar, dan alergi makanan.
···Sebenarnya hal itu bisa dicegah dengan mengkonsumsi makanan-makananalami yang tidak diproses, yaitu sayuran dan buah-buahan segar. Setiap makanan yang masih alami pasti mengandung enzim. Jika yang kita konsumsi adalah makanan yang alami, maka enzim tubuh dari makanan alami tersebut dapat membantu meringankan kerja sistem enzim dan menghemat persediaan enzim tubuh. Di antara berbagai makanan alami sumber enzim pencerna yang tinggi kadar enzimnya adalah kecambah, pepaya, dan nanas yang belum matang betul, juga alpukat, pisang, dan mangga.
Efek mengkonsumsi makanan yang dimasak
···Seperti jenis protein lainnya, enzim sangat peka pada suhu tinggi, derajat keasaman (ph), dan ion-ion logam berat. Memasak atau memanaskan makanan pada suhu di atas 42 derajat Celcius dapat merusak aktivitas enzim dan mengubah komposisi kimianya. Itulah sebabnya pola makan yang buruk seperti terus menerus mengkonsumsi makanan yang dimasak atau diproses perlu dihindari karena dalam jangka panjang bisa menimbulkan penyakit kronis.
···Ketika kita mengkonsumsi makanan yang tidak lagi mengandung enzim, berarti kita harus menggunakan enzim yang dihasilkan tubuh kita sendiri untuk memprosesnya. Lama-kelamaan, hal ini akan membebani pankreas dan organ-organ lain karena dipaksa terus bekerja keras untuk membuat enzim. Banyak orang yang akhirnya mengalami kerusakan pankreas dan kemampuan untuk mencerna makanan setelah mengkonsumsi makanan yang dimasak atau diproses secara terus-menerus dalam jangka panjang.
···Selain itu, pencernaan makanan yang tidak berlangsung sempurna akibat kekurangan enzim juga dapat menimbulkan kondisi leukositosis, yaitu meningkatnya produksi sel-sel darah putih satu jam setelah makan. Munculnya sel-sel darah putih ini bisa dikatakan sebagai respon stres. Makanan tersebut diidentifikasi oleh sistem kekebalan tubuh sebagai benda asing, zat yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit, atau trauma.
···Namun berdasarkan penelitian, meningkatnya produksi sel-sel darah putih sesudah makan ini hanya terjadi jika yang dimakan adalah jenis makanan yang telah dimasak, diproses, ditambah bahan kimia, dan lain-lain, sehingga enzim-nya mengalami kerusakan. Sedangkan makanan yang mentah dan masih banyak mengandung enzim, tidak menimbulkan reaksi semacam itu di dalam darah.
···Jadi, semakin banyak kita mengkonsumsi makanan mentah akan semakin baik. Ketika memasak sayuran, jika ingin mempertahankan enzim-nya, usahakan untuk merebusnya sebentar saja. Makanlah sesedikit mungkin makanan yang dimasak atau diproses hingga rusak enzim-nya. Makanan yang digoreng, di-pasteurisasi, dibakar, dikeringkan dan diolah berlebihan biasanya sulit dicerna tubuh.
···Semakin sedikit kita menggunakan enzim yang diproduksi tubuh untuk mencerna makanan, semakin banyak proses yang bisa dijalankan oleh enzim metabolik dalam tubuh kita. Karena segala kegiatan yang kita jalankan seperti berpikir, bernafas, berjalan, melihat, dan lainnya pun melibatkan kerja enzim.
···Bagi mereka yang berada pada kondisi yang hanya dapat mengkonsumsi makanan yang diproses saja, suplemen enzim dapat menggantikan enzim alami yang rusak akibat proses pemanasan makanan.
···Ada beberapa kondisi kesehatan di mana suplementasi enzim memang diperlukan. Misalnya pada kelompok lanjut usia yang sudah sulit mengunyah makanan dan mengalami penurunan fungsi enzim sehingga sistem pencernaannya tidak bisa lagi bekerja dengan sempurna.
···Mengkonsumsi suplemen enzim dapat mengurangi stres pada tubuh yang disebabkan mengkonsumsi makanan yang dimasak atau diproses, dengan cara mengganti enzim yang dihasilkan tubuh. Selain itu, suplemen enzim juga sudah terbukti dapat membantu mengatasi berbagai gangguan pencernaan termasuk gangguan penyerapan (malabsorbtion), gangguan fungsi pankreas, penyakit pada usus dan alergi pada laktosa atau makanan lain. Begitu juga nyeri lambung atau diare.
···Sedangkan gangguan kesehatan yang berkaitan dengan darah seperti perlekatan sel-sel darah merah, penggumpalan darah atau akumulasi kristal asam urat dapat memperoleh manfaat dari suplemen enzim tumbuh-tumbuhan yang dikombinasi dengan suplemen antioksidan yang bersama-sama dikonsumsi saat perut kosong.
Tip mengkonsumsi suplemen enzim
···Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengkonsumsi suplemen enzim:
a) Dosis yang dianjurkan yaitu dua sampai empat tablet atau kapsul per hari, bisa dimakan bersama makanan atau dikonsumsi sebelum makan. Sejauh ini, menurut laporan belum ada efek samping dari penggunaan suplemen sesuai dengan dosis yang dianjurkan tersebut.
b) Individu dengan gangguan pencernaan parah seperti radang usus atau tukak lambung, sebaiknya tidak mengkonsumsi suplemen enzim protease selama 4-6 minggu pertama. Karena enzim protease dapat menimbulkan rasa yang lebih tidak nyaman pada pencernaan.
c) Lebih mudah membeli enzim pencernaan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dibandingkan dengan enzim yang berasal dari hewan. Enzim dari tumbuh-tumbuhan mudah menyesuaikan dengan ph tubuh, mulai dari ph 2 sampai 12. Sedangkan enzim dari hewan tidak dapat aktif sampai ph lambung turun rendah sekali. Karena itu, mereka yang mengalami kekurangan asam lambung tidak dapat menggunakan enzim jenis ini.
d) Satu hal lagi yang perlu diingat ketika membeli suplemen enzim,pastikan suplemen tersebut tidak mengandung tambahan ragi, produk susu, atau komponen-komponen pemicu alergi lainnya.
Oleh: Inti Krisnawati
(Nirmala, April 2006)
[+/-] tutup/baca lebih jauh...
9/04/2009 6:20 AM
jadi, cara mengganti enzim yg rusak,
dengan memakan buah atau sayuran yg alami ya ?
11/09/2009 9:59 AM
Terima kasih telah mengunggah artikel terapi enzim. Sangat berguna!