Banyak hal dalam hidup ini terjadi di luar kehendak kita. Naiknya harga BBM—yang diikuti melambungnya hampir seluruh biaya hidup, masalah rumah tangga, masalah karir dan pekerjaan, penyakit berat, musibah. Namun, haruskah kita tenggelam dalam stres? Jangan menyerah, karena stres justru bisa jadi modal untuk meraih sukses!
Siapapun pernah stres
···Siapapun pernah mengalami stres. Hanya bila anda gagal mengatasi tekanan yang menimpa diri Anda, baik yang datang dari dalam maupun luar diri Anda, stres akan muncul. Walaupun sudah dicoba untuk menghindarinya, stres tetap bisa saja terjadi dan hal ini normal dalam kehidupan kita.
···Namun meskipun setiap orang pernah stres, ada satu yang membedakannya, yakni bagaimana menyelesaikan stres tersebut atau bagaimana mengelola stres jika stres tak terselesaikan. Apakah Anda akan larut dan tenggelam dalam stres, sehingga semakin jauh terombang-ambingkan oleh stres dan makin tak tahu jalan keluar? Ataukah Anda akan mengendalikan stres dan menjadikannya modal untuk meraih peningkatan kualitas hidup di masa mendatang?
···Pada dasarnya, stres itu netral. Akan menjadi beban atau tidak, akan bersifat positif atau negatif, tergantung pada persepsi Anda terhadap pengalaman yang Anda rasakan. Stres dikatakan positif jika kejadian yang memicu stres tersebut dapat meningkatkan motivasi dan penampilan, membuat kita bekerja lebih keras dan lebih produktif untuk memenuhi komitmen. Stres positif, yang dikenal dengan istilah eustres, membuat kita merasa memiliki kendali terhadap situasi dan memiliki pilihan-pilihan.
···Stres negatif alias distres—yang ini biasa disebut stres saja—tercipta dari emosi negatif, kejadian yang tidak terkendalikan, atau gangguan lingkungan yang tak mampu kita atasi. Anda mengalami stres jika Anda merasa situasi di luar kendali Anda dan tidak ada pilihan lain. Stres dapat melemahkan kesehatan emosi dan merenggangkan hubungan Anda dengan pihak lain. Bertolak belakang dengan orang yang memandang stres secara positif, stres negatif membuat orang buta situasi, gelap mata, putus asa, dan merasa tidak mempunyai pilihan. Karena itu, jika menghindari stres adalah hal yang sulit dielakkan, mengapa tidak mencumbu stres yang menghampiri kita dan mengubahnya menjadi eustres alias stres positif?
Stres positif berubah menjadi negatif jika...
Tanpa prioritas
···Tidak memiliki prioritas, apalagi jika semua pekerjaan dilakukan sekaligus, dapat membuat kita kelebihan beban. Sebesar apapun semangat yang dimiliki, jika hal itu terus-menerus terjadi atau menjadi beban berat di luar kendali, dapat membuat pertahanan jebol. Akibatnya, stres positif yang tadinya menjadi pemacu semangat justru berubah menjadi beban stres beneran.
Tidak realistis
···Meletakkan target terlalu tinggi menjadi salah satu penyebab stres positif berubah menjadi stres. Contohnya, seorang ibu yang memiliki harapan terlalu tinggi terhadap anaknya akan melakukan segala sesuatu demi kemajuan anaknya dengan menggebu-gebu. Padahal anak adalah manusia yang juga memiliki harapan dan kebutuhan yang berbeda. Tidak terpenuhinya target sesuai harapan dapat membuat si ibu menjadi stres, yang dalam beberapa kasus berujung pada penganiayaan terhadap anak.
Tidak ada waktu untuk menenangkan diri
···Semangat adalah sesuatu yang positif. Tetapi melakukan sesuatu secara menggebu-gebu, sehingga tidak ada waktu untuk istirahat dan menenangkan diri, dapat menghilangkan kreativitas dalam mencari solusi masalah. Akibatnya masalah berputar-putar tanpa penyelesaian yang tuntas. Tentu saja hal ini memicu stres.
Diawali dengan persepsi
···Persepsi atau pandangan adalah penentu dalam memutuskan suatu kondisi merupakan tantangan atau tekanan. Untuk mengubah persepsi terhadap kondisi atau peristiwa tertentu, maka yang pertama harus diubah adalah emosi, motivasi, dan harapan. Jika emosi terlalu dominan sehingga membelenggu, maka lakukan hal berikut:
Larilah sejenak
···Menghindar dari masalah bukan jawaban tepat untuk mengatasi stres. Tapi mengalihkan pikiran dari masalah yang tidak tertangani lagi dan mengekspresikannya dalam bentuk kreatif dapat mengaktifkan otak kanan, sehingga membantu terbentuknya solusi.
···Hasil penelitian Herbert Benson, M.D. dan William Proctor, yang dituangkan dalam bukunya The Breakout Principle dapat dijadikan masukan untuk melakukan pelarian Anda.
···Dalam bukunya tersebut, Benson dan Proctor menganjurkan sejumlah kegiatan pengalih perhatian ketika kita sedang dilanda stres. Beberapa diantaranya:
1. Musik
···Musik yang kita dengarkan, mainkan, atau nyanyikan membuat kita santai. Pilihlah musik bernada riang atau instrumentalia. Biarkan tubuh Anda mengikuti beat dan rasakan kegembiraan yang menyelimuti anda.
2. Ucapan atau gerakan berulang
···Pernah melihat anak autis yang selama berjam-jam memutar-mutar roda mainannya? Gerakan yang tampak aneh itu sebenarnya merupakan mekanisme untuk menurunkan ketegangan, tidak saja bagi penyandang autis tapi juga bagi manusia lainnya. Contoh ucapan atau gerakan berulang adalah mengucapkan sebutan kebesaran bagi Tuhan, menarik dan membuang nafas secara sadar, merajut, menyulam, jalan kaki (jogging), bermain drum.
3. Olahraga
···Jalan kaki, senam, taichi, waitankung, atau yoga dapat membantu mengubah suasana hati Anda.
4. Menikmati alam
···Memancing, mendaki gunung, jalan kaki keliling kampung.
5. Terlibat dengan seni
···Melukis, drama, menulis, baca puisi.
6. Melakukan pekerjaan rumah
···Selama tidak berlebihan, pekerjaan rumahtangga dapat dijadikan pengalih pikiran. Rumah yang rapi dan indah juga membantu kita untuk bisa berpikir tenang, bukan? Misalnya menyapu dan mengepel lantai, merawat tanaman, memotong rumput.
7. Bermain dengan hewan piaraan
···Kucing, anjing, burung, kura-kura, kelinci, dan ikan bisa menjadi perintang yang mengasikkan.
8. Melakukan kegiatan sosial
···Tak harus yang sulit, karena di sekitar rumah kita-pun banyak kegiatan sosial yang dapat dilakukan. Misalnya aktif membantu pengurus RT/RW, menengok lansia sambil membawakan masakan, mengkoordinasikan tetangga untuk bersama-sama memasak nasi bungkus dan membagikannya pada tukang becak di ujung gang.
9. Melakukan kegiatan spiritual
···Berdoa, memandangi anak-anak dan pasangan kita ketika mereka tidur pulas dan mensyukuri keberadaan mereka bersama kita, merenung di alam terbuka sambil meresapi alam ciptaan-Nya.
Buat stres diary
···Stres membuat kita sulit untu berpikir realistis. Karena itu, diary alias buku harian stres dapat dijadikan rujukan bagi Anda apa yang sebenarnya terjadi, dan apa motivasi serta harapan Anda yang sesungguhnya.
···Mulailah dengan menuliskan tanda-tanda stres Anda secara berurutan dari yang berat sampai yang paling ringan. Kemudian catatlah seluruh kemungkinan penyebab stres tersebut, lalu kelompokkan berdasarkan kategori seperti keluarga, pekerjaan, keuangan, dan sebagainya. Buat juga kemungkinan solusi setiap penyebab stres tersebut.
···Kemudian pantau perkembangan stres Anda dengan melakukan solusi-solusi yang telah anda tetapkan. Jika hasil solusi tidak menggembirakan, cobalah dengan cara lain. Mintalah bantuan pasangan atau sahabat Anda; jika perlu mintalah bantuan pada ahlinya. Jika masalah Anda pada pengaturan keuangan, mintalah nasihat dari ahli perencana keuangan. Jika masalah Anda berkaitan ketidakmampuan Anda mengendalikan kemarahan, carilah seorang ahli yang dapat mengajarkan Anda untuk mengatur kemarahan (anger management).
Jagalah kesehatan
···Kondisi tubuh bugar akan mempengaruhi suasana hati dan emosi, yang selanjutnya berpengaruh terhadap persepsi. Untuk itu, pastikan Anda sudah cukup tidur. Tidur adalah obat mujarab untuk menenangkan diri, paling tidakuntuk sementara. Saat stres, kebutuhan tidur kita akan lebih banyak dibanding biasa, tapi waspadalah agar tidak terlalu banyak tidur. Terlalu banyak tidur justru membuat Anda seperti orang kurang tidur.
···Memeriksakan kesehatan jika merasa tidak sehat, olah raga, dan mengatur pola makan adalah kegiatan-kegiatan yang perlu dilakukan jika Anda ingin mengendalikan stres. Makanlah makanan yang banyak mengandung zat besi, vitamin B kompleks, dan vitamin C. Kurangi gula dan garam. Jauhi makanan berlemak dan mengandung kolesterol tinggi.
Pertahankan stres positif
···Emosi terkendali, serta motivasi dan harapan yang realistis, adalah kunci terbentuknya persepsi positif. Sekarang tinggal mempertahankan agar persepsi tetap positif, yaitu dengan menetapkan prioritas, manajemen stres, dan meningkatkan kemampuan Anda mempertahankan diri terhadap pemicu stres. Kedengarannya mudah ya? Tapi cukup masuk akal kok. Jika orang lain bisa mengubah stres menjadi sumber keberhasilan, mengapa kita tidak mencobanya.
12 aturan emas mengurangi stres:
a) Buatlah prioritas, dahulukan hal yang penting.
b) Antsipasi setiap masalah dan minta bantuan jika perlu.
c) Berolahraga secara teratur.
d) Menjalani gaya hidup yang wajar sesuai dengan kemampuan.
e) Hargai diri Anda, beri diri Anda pujian atau hadiah jika berhasil mengubah pikiran atau perilaku negatif menjadi positif.
f) Kenali kemampuan diri, tingkatkan kelemahan dan daya tahan.
g) Berpikir realistis.
h) Menempatkan masalah secara proporsional.
i) Minta bantuan jika perlu.
j) Nikmati diri Anda, juga teman-teman dan keluarga.
k) Perkuat keimanan Anda terhadap kuasa Tuhan.
l) Pelajari dan latih metode pereda stres.
Semoga bermanfaat bagi Anda.
Oleh: Nella Safitri Cholid
(Nirmala, April 2006)
[+/-] tutup/baca lebih jauh...
Siapapun pernah stres
···Siapapun pernah mengalami stres. Hanya bila anda gagal mengatasi tekanan yang menimpa diri Anda, baik yang datang dari dalam maupun luar diri Anda, stres akan muncul. Walaupun sudah dicoba untuk menghindarinya, stres tetap bisa saja terjadi dan hal ini normal dalam kehidupan kita.
···Namun meskipun setiap orang pernah stres, ada satu yang membedakannya, yakni bagaimana menyelesaikan stres tersebut atau bagaimana mengelola stres jika stres tak terselesaikan. Apakah Anda akan larut dan tenggelam dalam stres, sehingga semakin jauh terombang-ambingkan oleh stres dan makin tak tahu jalan keluar? Ataukah Anda akan mengendalikan stres dan menjadikannya modal untuk meraih peningkatan kualitas hidup di masa mendatang?
···Pada dasarnya, stres itu netral. Akan menjadi beban atau tidak, akan bersifat positif atau negatif, tergantung pada persepsi Anda terhadap pengalaman yang Anda rasakan. Stres dikatakan positif jika kejadian yang memicu stres tersebut dapat meningkatkan motivasi dan penampilan, membuat kita bekerja lebih keras dan lebih produktif untuk memenuhi komitmen. Stres positif, yang dikenal dengan istilah eustres, membuat kita merasa memiliki kendali terhadap situasi dan memiliki pilihan-pilihan.
···Stres negatif alias distres—yang ini biasa disebut stres saja—tercipta dari emosi negatif, kejadian yang tidak terkendalikan, atau gangguan lingkungan yang tak mampu kita atasi. Anda mengalami stres jika Anda merasa situasi di luar kendali Anda dan tidak ada pilihan lain. Stres dapat melemahkan kesehatan emosi dan merenggangkan hubungan Anda dengan pihak lain. Bertolak belakang dengan orang yang memandang stres secara positif, stres negatif membuat orang buta situasi, gelap mata, putus asa, dan merasa tidak mempunyai pilihan. Karena itu, jika menghindari stres adalah hal yang sulit dielakkan, mengapa tidak mencumbu stres yang menghampiri kita dan mengubahnya menjadi eustres alias stres positif?
Stres positif berubah menjadi negatif jika...
Tanpa prioritas
···Tidak memiliki prioritas, apalagi jika semua pekerjaan dilakukan sekaligus, dapat membuat kita kelebihan beban. Sebesar apapun semangat yang dimiliki, jika hal itu terus-menerus terjadi atau menjadi beban berat di luar kendali, dapat membuat pertahanan jebol. Akibatnya, stres positif yang tadinya menjadi pemacu semangat justru berubah menjadi beban stres beneran.
Tidak realistis
···Meletakkan target terlalu tinggi menjadi salah satu penyebab stres positif berubah menjadi stres. Contohnya, seorang ibu yang memiliki harapan terlalu tinggi terhadap anaknya akan melakukan segala sesuatu demi kemajuan anaknya dengan menggebu-gebu. Padahal anak adalah manusia yang juga memiliki harapan dan kebutuhan yang berbeda. Tidak terpenuhinya target sesuai harapan dapat membuat si ibu menjadi stres, yang dalam beberapa kasus berujung pada penganiayaan terhadap anak.
Tidak ada waktu untuk menenangkan diri
···Semangat adalah sesuatu yang positif. Tetapi melakukan sesuatu secara menggebu-gebu, sehingga tidak ada waktu untuk istirahat dan menenangkan diri, dapat menghilangkan kreativitas dalam mencari solusi masalah. Akibatnya masalah berputar-putar tanpa penyelesaian yang tuntas. Tentu saja hal ini memicu stres.
Diawali dengan persepsi
···Persepsi atau pandangan adalah penentu dalam memutuskan suatu kondisi merupakan tantangan atau tekanan. Untuk mengubah persepsi terhadap kondisi atau peristiwa tertentu, maka yang pertama harus diubah adalah emosi, motivasi, dan harapan. Jika emosi terlalu dominan sehingga membelenggu, maka lakukan hal berikut:
Larilah sejenak
···Menghindar dari masalah bukan jawaban tepat untuk mengatasi stres. Tapi mengalihkan pikiran dari masalah yang tidak tertangani lagi dan mengekspresikannya dalam bentuk kreatif dapat mengaktifkan otak kanan, sehingga membantu terbentuknya solusi.
···Hasil penelitian Herbert Benson, M.D. dan William Proctor, yang dituangkan dalam bukunya The Breakout Principle dapat dijadikan masukan untuk melakukan pelarian Anda.
···Dalam bukunya tersebut, Benson dan Proctor menganjurkan sejumlah kegiatan pengalih perhatian ketika kita sedang dilanda stres. Beberapa diantaranya:
1. Musik
···Musik yang kita dengarkan, mainkan, atau nyanyikan membuat kita santai. Pilihlah musik bernada riang atau instrumentalia. Biarkan tubuh Anda mengikuti beat dan rasakan kegembiraan yang menyelimuti anda.
2. Ucapan atau gerakan berulang
···Pernah melihat anak autis yang selama berjam-jam memutar-mutar roda mainannya? Gerakan yang tampak aneh itu sebenarnya merupakan mekanisme untuk menurunkan ketegangan, tidak saja bagi penyandang autis tapi juga bagi manusia lainnya. Contoh ucapan atau gerakan berulang adalah mengucapkan sebutan kebesaran bagi Tuhan, menarik dan membuang nafas secara sadar, merajut, menyulam, jalan kaki (jogging), bermain drum.
3. Olahraga
···Jalan kaki, senam, taichi, waitankung, atau yoga dapat membantu mengubah suasana hati Anda.
4. Menikmati alam
···Memancing, mendaki gunung, jalan kaki keliling kampung.
5. Terlibat dengan seni
···Melukis, drama, menulis, baca puisi.
6. Melakukan pekerjaan rumah
···Selama tidak berlebihan, pekerjaan rumahtangga dapat dijadikan pengalih pikiran. Rumah yang rapi dan indah juga membantu kita untuk bisa berpikir tenang, bukan? Misalnya menyapu dan mengepel lantai, merawat tanaman, memotong rumput.
7. Bermain dengan hewan piaraan
···Kucing, anjing, burung, kura-kura, kelinci, dan ikan bisa menjadi perintang yang mengasikkan.
8. Melakukan kegiatan sosial
···Tak harus yang sulit, karena di sekitar rumah kita-pun banyak kegiatan sosial yang dapat dilakukan. Misalnya aktif membantu pengurus RT/RW, menengok lansia sambil membawakan masakan, mengkoordinasikan tetangga untuk bersama-sama memasak nasi bungkus dan membagikannya pada tukang becak di ujung gang.
9. Melakukan kegiatan spiritual
···Berdoa, memandangi anak-anak dan pasangan kita ketika mereka tidur pulas dan mensyukuri keberadaan mereka bersama kita, merenung di alam terbuka sambil meresapi alam ciptaan-Nya.
Buat stres diary
···Stres membuat kita sulit untu berpikir realistis. Karena itu, diary alias buku harian stres dapat dijadikan rujukan bagi Anda apa yang sebenarnya terjadi, dan apa motivasi serta harapan Anda yang sesungguhnya.
···Mulailah dengan menuliskan tanda-tanda stres Anda secara berurutan dari yang berat sampai yang paling ringan. Kemudian catatlah seluruh kemungkinan penyebab stres tersebut, lalu kelompokkan berdasarkan kategori seperti keluarga, pekerjaan, keuangan, dan sebagainya. Buat juga kemungkinan solusi setiap penyebab stres tersebut.
···Kemudian pantau perkembangan stres Anda dengan melakukan solusi-solusi yang telah anda tetapkan. Jika hasil solusi tidak menggembirakan, cobalah dengan cara lain. Mintalah bantuan pasangan atau sahabat Anda; jika perlu mintalah bantuan pada ahlinya. Jika masalah Anda pada pengaturan keuangan, mintalah nasihat dari ahli perencana keuangan. Jika masalah Anda berkaitan ketidakmampuan Anda mengendalikan kemarahan, carilah seorang ahli yang dapat mengajarkan Anda untuk mengatur kemarahan (anger management).
Jagalah kesehatan
···Kondisi tubuh bugar akan mempengaruhi suasana hati dan emosi, yang selanjutnya berpengaruh terhadap persepsi. Untuk itu, pastikan Anda sudah cukup tidur. Tidur adalah obat mujarab untuk menenangkan diri, paling tidakuntuk sementara. Saat stres, kebutuhan tidur kita akan lebih banyak dibanding biasa, tapi waspadalah agar tidak terlalu banyak tidur. Terlalu banyak tidur justru membuat Anda seperti orang kurang tidur.
···Memeriksakan kesehatan jika merasa tidak sehat, olah raga, dan mengatur pola makan adalah kegiatan-kegiatan yang perlu dilakukan jika Anda ingin mengendalikan stres. Makanlah makanan yang banyak mengandung zat besi, vitamin B kompleks, dan vitamin C. Kurangi gula dan garam. Jauhi makanan berlemak dan mengandung kolesterol tinggi.
Pertahankan stres positif
···Emosi terkendali, serta motivasi dan harapan yang realistis, adalah kunci terbentuknya persepsi positif. Sekarang tinggal mempertahankan agar persepsi tetap positif, yaitu dengan menetapkan prioritas, manajemen stres, dan meningkatkan kemampuan Anda mempertahankan diri terhadap pemicu stres. Kedengarannya mudah ya? Tapi cukup masuk akal kok. Jika orang lain bisa mengubah stres menjadi sumber keberhasilan, mengapa kita tidak mencobanya.
12 aturan emas mengurangi stres:
a) Buatlah prioritas, dahulukan hal yang penting.
b) Antsipasi setiap masalah dan minta bantuan jika perlu.
c) Berolahraga secara teratur.
d) Menjalani gaya hidup yang wajar sesuai dengan kemampuan.
e) Hargai diri Anda, beri diri Anda pujian atau hadiah jika berhasil mengubah pikiran atau perilaku negatif menjadi positif.
f) Kenali kemampuan diri, tingkatkan kelemahan dan daya tahan.
g) Berpikir realistis.
h) Menempatkan masalah secara proporsional.
i) Minta bantuan jika perlu.
j) Nikmati diri Anda, juga teman-teman dan keluarga.
k) Perkuat keimanan Anda terhadap kuasa Tuhan.
l) Pelajari dan latih metode pereda stres.
Semoga bermanfaat bagi Anda.
Oleh: Nella Safitri Cholid
(Nirmala, April 2006)
[+/-] tutup/baca lebih jauh...