Mengapa harus besok jika bisa dikerjakan sekarang? Mengapa harus menunggu jika tidak ada yang pelu ditunggu? Ah...jangan biarkan diri terbenam masalah yang tak perlu.

Menjelang subuh. Anda masih berkutat dengan angka-angka. Kemarin atasan Anda sudah mengingatkan untuk menyerahkan laporan keuangan hari ini. Anda pun membatin, Aduh...susah sekali. Tiba-tiba muncul dalam pikiran Anda, Ah, cari makanan dulu biar ada energi untuk berpikir. Anda pun beranjak menuju lemari es dan Lho, siapa yang menumpahkan susu? Selanjutnya Anda pun sibuk membersihkan lemari es. Yang terjadi kemudian, bisa ditebak...

Bukan karena malas
...Siapa sih yang tidak pernah menunda? Terkadang tugas yang seharusnya menjadi prioritas utama pun menjadi korban penundaan kita. Coba saja lihat antrian di kantor pajak setiap akhir bulan Maret atau loket pembayaran telepon pada tanggal 20 setiap bulannya. Luar biasa... Tapi kalau menunda pembayaran padahal itu merupakan tugas yang menjadi prioritas utama, maka lama kelamaan menjadi kebiasaan yang mendarah daging. Gejala ini tentu saja tidak bisa dikatakan normal. Akibatnya bukan saja merugikan buat si penunda tapi bisa mempengaruhi orang lain atau perusahaan tempatnya bekerja. Masalah inilah yang kini mulai sering dibahas dalam literatur psikologi yang disebut dengan procrastination. Apakah itu?
...Procrastinationuntuk lebih mudahnya kita sebut saja prokrastinasiadalah istilah yang digunakan untuk kebiasaan menunda. Dalam Oxford English Reference Dictionary, edisi kedua (rev. 2003), procrastination diartikan sebagai menunda tanpa alasan. Sedangkan Charles E. Schaefer dalam How to Help Children With Common Problems mengartikannya sebagai penghindaran terhadap orang atau situasi.
...Walau tampaknya serupa, prokrastinasi bukan masalah manajemen waktu, bukan juga masalah kemalasan, tetapi sama-sama menunjukkan pemakaian waktu yang tidak efisien. Jika manajemen waktu berkaitan dengan ketrampilan mengatur pemakaian waktu, kemalasan berkaitan dengan motivasi, maka prokrastinasi merupakan semacam pikiran yang membuat Anda tidak melakukan sesuatu yang menjadi prioritas utama dengan anggapan bahwa mengerjakannya besok akan lebih baik dengan harapan besok kita akan lebih tahu, lebih banyak waktu, dan suasana lebih baik. Padahal jika dikerjakan besok maka menjadi terburu-buru dan pekerjaan yang dilakukan dengan terburu-buru seringkali tidak bermutu.

Penyebabnya beragam
...Novel-novel yang tidak pernah selesai, tugas-tugas sekolah yang terlambat, dan mungkin penataan rumah yang tidak kunjung beres adalah contoh korban prorastinasi. Menunda pekerjaan yang terkadang hanya membutuhkan waktu lima menit tidak saja berpengaruh terhadap prestasi tapi juga kesehatan fisik maupun psikis. Penelitian yang dilakukan Carleton University di Kanada menunjukkan bahwa mahasiswa pelaku prokrastinasi lebih banyak minum alkohol, merokok, mengalami gangguan insomnia, gangguan perut, pilek, dan flu.
...Lalu mengapa seseorang harus menunda tugas?

Tidak bisa mengatasi rasa frustasi dan rasa tidak nyaman
...Frustasi adalah kenyataan hidup. Inilah yang sulit ditoleransi oleh pelaku prokrastinasi. Padahal pekerjaan yang sudah menjadi tugas sehari-hari pun belum dapat membuat Anda merasa nyaman. Budayawan dan penulis Umar Kayam (almarhum) yang produktivitas dan kepiawaiannya dalam menulis fiksi maupun karya ilmiahnya diakui masyarakat pun mengakui bahwa menulis dirasakannya seperti meninju wajah sendiri. Sangat tidak nyaman.
Perfeksionis
...White Castle, sebuah film inggris yang kerap ditayangkan di saluran kabel HBO, dengan indah mengisahkan keluarga dengan ayah yang prokrastinator berat. Setelah menghasilkan karya sastra yang dikagumi banyak orang, sang ayah mengalami kesulitan menulis. Selama 12 tahun ia banyak menghabiskan waktu di depan meja tulis untuk menciptakan novel yang berbobot, kenyataannya ia tidak berhasil menciptakan satu baris pun. Setiap hari istri dan anak-anak perempuannya harus membereskan kertas-kertas yang telah ditulisi permulaan novel yang kurang indah. Ia pun jatuh miskin karena nyaris tak berpenghasilan.
...Prokrastinasi memang mirip dengan perfeksionis, terdorong secara berlebihan untuk melakukan tugas sesempurna mungkin menurut ukurannya. Orang yang mempunyai kebiasaan efektif melakukan tugas untuk pemenuhan kebutuhannya berprestasi, tapi perfeksionis yang prokrastinator (pelaku prokrastinasi), melakukannya untuk menyenangkan orang lain.
Keyakinan yang salah
...Ah, deadlinenya masih lama. Nanti saja menyelesaikan tulisannya. Siapa tahu ada ide yang lebih baik.
...Anda mungkin pernah berkomentar demikian, disebabkan masih banyak tugas lain yang harus dikerjakan atau sedang ingin istirahat. Tapi bagi prokrastinator menunda bukan karena kedua hal tersebut, ia menunda karena benar-benar menganggap mereka akan bekerja lebih baik dalam tekanan atau nanti di saat ia merasa mantap. Mereka percaya mitos bahwa tekanan akan meningkatkan prestasi. Padahal biasanya tidak demikian.
Orientasi kerja yang menghambat
...Si Aa benar-benar tidak bisa diam. Pulang sekolah pergi les biola, setelah itu ikut les matematika kumon. Sampai di rumah, setelah makan ia masih sempat menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya. Berbeda sekali dengan si Ade. Setelah sekolah dia maunya pulang, tidur. Sore hari ia, susahnya minta ampun. Katanya sedang mengerjakan tapi ia cuma kelihatan mondar-mandir tanpa tujuan.
...Komentar semacam itu pasti sering Anda dengar. Kenyataannya menurut penelitian yang dilakukan Carleton University di Ottawa memang ada dua jenis orientasi kerja. Ada orang yang berorientasi pada aksi, yang bisa bergerak dengan mudah dari tugas ke tugas dan ada orang yang berorientasi statis yang mempersepsi tugas lebih negatif, membosankan dengan alasan yang tidak jelas, menjadi frustasi, dan merasa bersalah.
Takut gagal
...Bagaimana bisa saya lulus, saya kan tidak sempat belajar. Isi pesan komentar ini adalah: Saya tidak bodoh, hanya tidak sempat belajar.
...Salah satu alasan utama penundaan karena takut gagal atau merasa tidak memilii kemampuan yang memadai. Mahasiswa yang gagal ujian biasanya akan menyalahkan waktu belajarnya yang Cuma satu jam daripada mengakui bahwa sepanjang semester sebensrnya ia butuh bantuan. Ini menunjukkan bahwa pada dasarnya prokrastinasi lebih merupakan kekurangan upaya daripada kekurangan kemampuan.
Kontrol diri
...Secara sepintas prokrastinasi tampaknya merupakan lawan kata impulsif, tapi pada dasarnya kedua tingkah laku tersebut sama berakar pada masalah yang sama yaitu kontrol diri. Baik prokrastinasi maupun impulsif sama-sama sulit memprioritaskan tujuan. Seperti ilustrasi pada awal tulisan, seorang prokrastinator dapat teralih melakukan hal lain saat bekerja membuat laporan penting.
Pola asuh
...Orangtua yang terlalu otoriter seringkali membuat anak menjadi prokrastinator.
...banyak anak mengekspresikan kemarahannya dengan menggunakan waktu untuk menghindari situasi yang tidak disukai atau ditakuti. Terkadang anak menjadi penunda karena apapun yang dilakukan selalu dikritik. Jadi daripada dikritik lebih baik menunda sampai ada yang membantu.

Perlu kemantapan hati
...Kebiasaan menunda yang sudah mendarahdaging memang sulit untuk dihilangkan begitu saja. Tapi daripada hidup terus-menerus dlam kubangan adrenalin, cobalah untuk melihat manfaatnya tidak menunda tugas dan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

Berhenti berpkir negatif
...Kendalikan pikiran. Jika sempat membatin kok susah sekali, segera hentikan percakapan dalam pikiran tersebut, segeralah cari bagian-bagian yang mudah untuk dikerjakan lebih dulu.
Buat tujuan realistik
...Penundaan mudah terjadi kalau gol terlalu jauh dan hebat, dan cara mencapainya sulit. Lebih baik buat rencana yang spesifik untuk menentukan kapan dan di mana. Jika situasi X, saya akan melakukan Y untuk mencapai tujuan Z.
Selektif
...Jika Anda cenderung perfeksionis, kerjakan hanya yang penting. Jika Anda membuka e-mail, bacalah yang penting dan hapus surat-surat sampah yang tidak perlu Anda baca.
Atur waktu istirahat
...Menurut penelitian, mahasiswa yang menyelesaikan desertasinya lebih dari dua tahun biasanya kurang menyediakan waktu istirahat. Mereka menghabiskan setiap waktunya untuk melakukan riset dan menulis.
Sediakan waktu lebih
...Biasanya prokrastinator menganggap remeh waktu mengerjakan tugas-tugasnya. Daripada tertekan waktu, lebih baik beri waktu lebih untuk setiap tugas yang Anda kerjakan. Jika Anda terbiasa mengerjakan makalah dalam waktu 12 jam, sediakan waktu 15 jam.
Bebaskan diri dari perangkap mitos
...Mitos bahwa tekanan akan menghasilkan prestasi ternyata hanya sedikit mengandung kebenaran. Sebaliknya jika tekanan terlalu besar Anda akan semakin merasa terperangkap. Daripada menunda, lebih baik atur jadwal yang mencakup gol jangka panjang dan pendek secara detil sehingga tidak meninggalkan tugas apapun.
Buatlah diri Anda merasa senang
...Semakn merasa berarti dalam menjalankan tugas-tugas luar dan tugas-tugas kantor yang sering Anda hindari (sekolah atau kerja), maka Anda semakin jarang menunda. Jadi cobalah untuk lebih mencintai bidang yang selalu Anda hindari. Misalnya dengan lebih mengetahui manfaat besar dari tugas yang sedang Anda kerjakan.
Buatlah catatan harian
...Pilihlah satu atau dua tugas yang biasa Anda tunda setiap hari. Gambarkan bagaimana tugas itu Anda tunda dan catat perasaan Anda. Apakah tanpa rasa salah atau sebaliknya merasa berdosa?
...Catat apa yang ada dalam pikiran Anda ketika memutuskan untuk menunda. Tanya pada diri Anda, apa yang membuatnya tidak enak sehingga tidak bisa diatasi?
Jika tidak berhasil: carilah bantuan professional
...Menunda adalah masalah kendali diri. Jika belum berhasil mengendalikan diri, cobalah minta bantuan professional untuk melatih pengendalian diri Anda.

Jika anak Anda menjadi prokrastinator
Prokrastinasi sudah menjadi masalah yang menggelisahkan bagi para pendidik di Amerika Serikat. Menurut survei, 70% mahasiswa di Amerika serikat mengalami kesulitan menyerahkan tugas tepat waktu. Walau di Tanah Air belum ada data tentang gejala ini. Karena itu seharusnya orangtua lebih menunjukkan perhatian kepada anak yang terlambat mengerjakan pekerjaan rumah, tidak merapikan kamar, atau apapun yang menunjukkan gejala prokrastinasi, maka Anda dapat melakukan beberapa langkah untuk menghentikan kebiasaan tersebut:
1 Tentukan waktu yang diperlukan anak untuk menyelesaikan sesuatu.
2 Pastikan mereka melakukannya.
3 Kurangi suara, misalnya suara televisi, atau kondisi yang dapat membuat anak teralih jika ia harus mengerjakan tugas yang membutuhkan konsentrasi penuh.
4 Jika mereka berhasil, berikan penghargaan pada usahanya. Misalnya boleh main game. jika tidak berhasil hindari komentar negatif seperti, Dasar payah.
5 Lakukan diskusi mengenai pentingnya melakukan tugas yang menjadi prioritas. Jika anak yang perfeksionis, tunjukkan bahwa Anda pun tidak sempurna, terkadang mengalami kegagalan. Hal itu adalah manusiawi.

Oleh: Nella Safitri Cholid

(Nirmala, Januari 2007)


[+/-] tutup/baca lebih jauh...

2 comment(s)

  1. AMANO's Thought  

    permisi~
    aku mau tanya
    dimana aku bisa mencari bahan mengenai prokrastinasi seperti artikel anda di atas?

    mohon bantuannya ya
    e-mail aku di blackcherry.chica@gmail.com

    terima kasih

  2. emboss  

    halo pak amano, salam kenal. mungkin maksud anda adalah sebuah situs yang lengkap membahas tentang prokrastinasi? saya tidak tahu banyak mengenai hal ini, tetapi ada satu situs yang menjadi rujukan saya bila ingin tahu secara lengkap mengenai prokrastinasi. alamatnya http://www.structuredprocrastination.com. anda bisa bertanya kepada authornya secara lengkap mengenai prokrastinasi. selamat mencoba!!

Poskan Komentar